
Tantangan Orang Tua dalam Membesarkan Anak – Membesarkan anak memang penuh perjuangan dan tidak semudah yang dibayangkan sebelumnya. Banyak orang tua yang merasa tertekan karena khawatir pola asuh yang diterapkan dapat membentuk anaknya menjadi pribadi yang tidak diinginkan. Menjadi lucky neko orang tua adalah tugas yang sangat berat dan tidak ada orang tua yang sempurna.
Anak-anak terus belajar hal-hal baru saat mereka tumbuh. Dan, di sepanjang jalan mereka mungkin menghadapi situasi tertentu yang memerlukan campur tangan orang tua untuk membantu mereka menemukan solusi. Situasi seperti ini merupakan tantangan yang membutuhkan perhatian penuh dari orang tua.
1. Anak kurang percaya diri
Seiring dengan perkembangan tubuhnya, anak mulai bersekolah dan bertemu dengan banyak orang anak lain di lingkungannya. Banyak anak yang dapat dengan mudah berteman dengan anak lain, namun ada beberapa yang membutuhkan waktu untuk berteman dan bermain bersama. Hal ini bisa jadi karena anak kurang percaya diri untuk berinteraksi dengan teman sebayanya.
Solusi untuk menghadapi situasi seperti ini adalah dengan memperhatikan sweet bonanza anak Anda. Jika dia secara aktif menolak interaksi dengan anak lain, Anda dapat dengan lembut membujuknya untuk mencoba berteman. Namun jangan paksakan anak anda untuk melakukannya karena mungkin anak anda adalah anak pemalu yang membutuhkan waktu lebih untuk bisa berinteraksi dengan orang lain.
2. Kecanduan gadget
Semua aspek kehidupan sekarang sepertinya selalu melibatkan gadget slot bet kecil di antara kita, namun mungkin anak-anak melihat gadget dengan cara yang berbeda. Anak-anak dapat tertarik bermain game mobile selama berjam-jam tanpa terganggu oleh lingkungan sekitarnya. Saat Anda mencoba membatasi penggunaan perangkat, anak Anda mungkin menolak, menjadi marah, tidak sabar, atau menangis tak terkendali.
Solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah mengenalkan anak pada kegiatan yang menawarkan kesenangan yang sama. Kegiatan di luar ruangan dan permainan kartu adalah alternatif yang bagus di mana orang tua juga dapat berpartisipasi. Cobalah tawarkan permainan yang memakan waktu lama agar anak tidak terlalu fokus pada gadgetnya.
3. Asupan makanan yang tidak sehat
Anak terkadang lebih suka mengkonsumsi makanan yang kurang bergizi bagi tubuhnya. Mereka sering menolak makanan sehat seperti sayur atau buah dan lebih menyukai makanan ringan dan cepat saji seperti burger atau pizza, atau permen dan coklat. Untuk hal seperti ini solusinya tidak bisa dengan cara paksa.
Coba bicarakan baik-baik dampak yang bisa ditimbulkan jika Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tidak sehat bagi tubuh. Tunjukkan contoh obesitas dan masalah kesehatan yang mungkin timbul akibat mengonsumsi makanan yang kurang nutrisi. Libatkan anak dalam kegiatan memasak di dapur dan biarkan mereka melihat betapa bergizi dan menariknya makanan yang disiapkan.
4. Malas belajar
Setiap orang tua pasti pernah menghadapi anak yang terlambat menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Terkadang anak malas belajar ketika menghadapi ujian atau ulangan, dan seringkali orang tua melihat anak tidak mau menyentuh pelajaran selama di rumah. Mereka hanya mengikuti pelajaran di sekolah tanpa mau membuka kembali pelajarannya di rumah. Kebanyakan orang tua kemudian memarahi anaknya karena tidak menyelesaikan tugas dengan baik.
Solusi untuk masalah ini adalah berbicara dengan hati-hati, mencari tahu apa yang disukai anak di sekolah dan membangkitkan rasa ingin tahu anak tentang materi pelajaran yang ada. Jika anak Anda lemah dalam satu bidang studi, coba tunjukkan padanya dengan contoh agar apa yang dipelajarinya dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
5. Merengek dan mengeluh
Wajar jika anak merengek dan mengeluh kepada orang tuanya. Mereka mungkin menangis dan merengek untuk mendapatkan sesuatu yang tidak mereka butuhkan. Dan, kejadian kecil di sekolah atau saat bermain bersama teman bisa memicu mereka untuk mengeluh dan merengek.
Solusi untuk masalah ini adalah mencari tahu alasan sebenarnya di balik rengekan dan keluhan mereka dan apakah orang tua memperhatikannya atau tidak. Cara terbaik adalah dengan membicarakannya langsung saat anak merengek atau mengeluh untuk mendapatkan solusi yang cepat. Anda bisa pelan-pelan mendidik anak untuk membicarakan masalah yang mereka hadapi daripada merengek. Tunjukkan pada anak Anda bahwa dia juga bisa menyelesaikan masalah tertentu dengan caranya sendiri.